Conwood Material Inovatif Pengganti Kayu

Ketertarikan orang terhadap kayu sebagai bahan material untuk sebuah rumah tak dapat dipungkiri. Keunikan warna kayu, urat maupun teksturnya dapat menimbulkan kesan dan suasana yang alami. Namun karena semakin terbatasnya lahan atau hutan yang menjadi sumber atau tempat kayu dihasilkan, membuat kayu saat ini semakin langka dan mahal harganya.
Tak kehilangan akal, sekarang ini telah ada diproduksi Conwood, yaitu material yang inovatif pengganti kayu yang lebih kuat dan mampu menyerupai seperti kayu. Produk ini bisa diaplikasikan hampir di seluruh bagian rumah, baik itu untuk luar maupun di dalam rumah. Mulai dari lisplank, plafon, partisi, anak tangga, lantai deck maupun pagar rumah.

Conwood memang sengaja diproduksi untuk memberikan tampilan seperti kayu. Material ini terbuat dari 70 persen semen dan 30 persen serat selulosa yang ramah lingkungan. Campuran kedua bahan tersebut dibuat seperti adonan yang kemudian disusun berlapis-lapis menjadi lembaran dengan berbagai ukuran panjang, lebar dan ketebalannya.
Ukuran lebar dan ketebalan Conwood dibuat dan dicocokkan untuk pengaplikasikannya pada rumah, seperti:

  1. Lantai. Ukuran tebal, lebar, dan panjang lembaran Conwood yang digunakan untuk lantai adalah 2,5 cm x 30 cm x 305 cm.
  2. Dinding. Ukuran tebal, lebar, dan panjang lembaran Conwood yang digunakan untuk material pelapis dinding adalah 1,1 cm x 20 cm x 305 cm.
  3. Lisplank. Ukuran tebal, lebar, dan panjang lembaran Conwood yang digunakan untuk lisplank adalah 1,6 cm x 15 cm x 305 cm.
Dinding yang dilapisi Conwood
Sebagai material inovatif yang dibuat untuk menggantikan kayu, permukaan Conwood juga memiliki tekstur seperti yang terdapat pada kayu. Ketika mengaplikasikannya, material ini juga bisa dipotong dengan gergaji layaknya pengerjaan pada kayu dan dipasangkan dengan menggunakan sekrup.
Kelebihan Conwood dari pada kayu adalah material ini anti rayap dan tidak akan mengalami muai susut. Dan apabila diaplikasikan di bagian luar rumah, material ini tidak akan lapuk karena Conwood tidak menyerap air.

Untuk mendapatkan hasil akhir yang benar-benar menyerupai kayu. Pada material ini dilakukan tahap finishing dengan menggunakan cat jenis fibbercoat yang diproduksi oleh Propan. Karena produksi Conwood dikeluarkan dari pabrik dalam bentuk lembaran-lembaran dengan warna dasar putih dan abu-abu. Dimana hal ini akan membuat konsumen menjadi lebih leluasa dalam menentukan warna saat finishing nantinya.

Suggest Listing

Kayu Bekas Peti Kemas (Jati Belanda) Untuk Perabot

Kayu jati belanda memiliki keunikan dan kelebihan. Oleh karena itulah kayu yang biasa digunakan untuk peti kemas ini dimanfaatkan kembali untuk perabot atau furniture. Selain terkenal dengan kekuatannya, kayu jati belanda memiliki keindahan baik dari warna kayu, urat dan mata kayunya pun menjadi daya tarik tersendiri. Jati belanda bekas peti kemas ini berbeda dengan kayu jati yang tumbuh di Indonesia. Kayu yang dikenal dengan sebutan jati belanda ini termasuk pada golongan kayu pinus yang tumbuh di Jerman, Australia, Jepang dan Korea. Yang dinilai paling baik adalah yang tumbuh di Jerman karena paling kuat, ringan, tidak mudah patah dan tidak muda berubah oleh pengaruh cuaca.

Kenapa kayu bekas peti kemas (jati belanda) cocok untuk dijadikan perabot?
Mengingat dari fungsinya sebagai peti kemas atau bahan pelindung barang, tentu kekuatannya sudah tidak diragukan lagi dan juga tingkat kekeringannya yang sudah benar-benar kering. Jika dijadikan untuk bahan perabot (furniture) akan menghasilkan perabot yang berkualitas dan harganya terjangkau (karena barang bekas).
Keindahan warna dan keunikan urat serta mata kayunya membuatnya menjadi bahan yang dicari untuk dijadikan perabot. Warna kayu jati belanda adalah kuning gading, yang ketika diolah dengan benar akan menampilkan keindahan kayu yang alami.

Bagaimana cara mengolah kayu bekas peti kemas (jati belanda) untuk dijadikan perabot?

Kayu bekas peti kemas - jati belanda
Jika belum diolah, penampilan kayu jati belanda bekas peti kemas ini biasa saja, tidak tampak urat dan mata kayunya dan bahkan banyak dijumpai lubang bekas paku. Untuk menjadikannya menjadi bahan perabot yang berkualitas perlu dilakukan beberapa tahap atau proses pengolahan lebih lanjut.

Tahap atau proses pengolahan kayu bekas peti kemas (jati belanda) adalah sebagai berikut:
  1. Pilih kayu bekas peti kemas sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Karena ukuran dan panjang kayu yang ada sangat bermacam-macam.
  2. Amplas permukaan kayu dengan menggunakan mesin amplas agar permukaannya halus dan bersih.
  3. Tutup bagian yang berlubang, baik itu bekas paku atau lubang alami dengan dempul secara merata, kemudian diamkan lebih kurang 1 jam.
  4. Setelah itu kayu diamplas lagi untuk menghilangkan dempul dan menghaluskan permukaannya.
  5. Kemudian kayu di-sanding. Proses pengolesan cairan sanding inilah yang menentukan untuk menampilkan keindahan urat dan mata kayu jati belanda ini.
  6. Setelah didiamkan beberapa saat, kemudian kayu diamplas lagi sampai halus.
  7. Terakhir di-clear. 




Berbagai Macam Jenis Kompor

Kompor merupakan sebuah alat masak yang dapat mengeluarkan api (panas) sehingga membantu proses memasak. Sekarang sangat banyak berbagai macam jenis kompor atau alat memasak yang beredar di pasaran. Berdasarkan energi yang digunakannya, kompor yang biasa digunakan pada sebuah dapur modern dapat dibedakan sebagai berikut: kompor gas, kompor listrik, kompor induksi, dan kompor halogen.

Kompor Gas

Kompor gas
Kompor gas adalah kompor yang memanfaatkan gas sebagai bahan bakarnya. Pemakaian kompor gas ini hampir merata ditemukan pada kitchen set masyarakat perkotaan di Indonesia. Prinsip kerja kompor gas yang mengubah gas cair menjadi api yang digunakan untuk memanaskan masakan sangat cocok dengan kebiasaan memasak masyarakat Indonesia sehingga kompor gas menjadi pilihan utama dibanding yang lainnya. Berdasarkan sistem pemasangannya pada kitchen set, kompor gas juga dikenal dengan kompor gas tanam (hob) dan kompor gas free standing. Ada kelemahan dari kompor gas, yaitu kemungkinan meledak akibat kebocoran gas baik dari tabung maupun selangnya. Namun hal itu bisa diatasi dengan menggunakan selang dan regulator yang berkwalitas bagus.

Kompor Listrik
Kompor listrik
Prinsip kerja kompor listrik adalah memanfaatkan energi listrik untuk memanaskan elemen yang digunakan untuk memasak. Elemen yang dipanaskan pada kompor listrik pun bermacam-macam bentuk dan bahannya, ada yang berupa; kawat spiral, besi dan plat keramik. Umumnya kompor listrik dijual dalam bentuk kompor tanam (hob). Tidak ada kemungkinan meledak, hanya saja pemakaian listrik yang menjadi besar karena pada umumnya kompor listrik memerlukan daya antara 600 - 2000 watt.

Kompor Induksi
Kompor induksi
Prinsip kerja kompor induksi adalah mengubah tenaga listrik menjadi medan magnet untuk menghasilkan panas. Wajan atau panci merupakan menjadi sumber pemanas itu sendiri. Melalui induksi medan magnet terhadap wajan, wajan mengalami pemanasan akibat medan listrik yang dihasilkan oleh lilitan coil tembaga kompor induksi, sehingga tidak melalui proses perpindahan panas terlebih dahulu. Oleh sebab itu wajan atau panci yang digunakan pada kompor induksi harus wajan atau panci khusus yang bisa dijadikan sumber panas. Sama dengan kompor listrik, kompor induksi dijual dalam bentuk kompor tanam (hob) dan portabel. Kompor induksi memerlukan daya listrik antara 1500 - 2500 watt.

Kompor Halogen
Kompor halogen
Prinsip kompor halogen ini adalah memanfaatkan panas yang dipancarkan dari sinar halogen dari kompor tersebut. Dari segi keamanan, kompor halogen diklaim sangat aman karena telah didesain dan dibuat dari material pilihan serta hemat energi. Untuk saat ini (tulisan ini dibuat), kompor halogen yang dipasarkan masih terbatas dalam bentuk portable (1 tungku) sehingga belum bisa dipasangkan permanen pada top table kitchen set.

Setelah mengetahui berbagai macam jenis kompor (kompor gas, kompor listrik, kompor induksi, dan kompor halogen), pilihan untuk menentukan kompor yang akan dipakai pada kitchen set anda tentu keputusannya tergantung pada anda karena yang akan memakai kompor tersebut adalah anda sendiri dan tentulah harus sesuai dengan kebiasaan memasak anda. Atau jika anda orang yang bisa beradaptasi, tentu pertimbangan hemat dan aman menjadi faktor utama dalam memilih kompor untuk kitchen set anda.

Peralatan (Fitting) Kitchen Set Yang Berkualitas

Pada postingan langkah penting yang harus dilakukan pada saat membuat kitchen set dianjurkan untuk memilih fitting (peralatan) kitchen set yang mendukung dan berkualitas tinggi. Peralatan kitchen set yang dimaksud adalah fitting yang digunakan untuk membuat lemari (kabinet) kitchen set seperti: engsel pintu lemari (kabinet) dasar atau lemari dinding, rel laci yang terdapat pada lemari dasar dan peralatan yang mendukung lainnya.

Engsel Pintu Lemari Dasar atau Lemari Atas.
Engsel yang biasa digunakan untuk lemari kitchen set pada saat ini banyak dikenal dengan sebutan engsel sendok, pemakaian engsel kupu-kupu sudah lama ditinggalkan oleh para pengrajin kitchen set Engsel sendok dapat membuat tampilan kitchen set lebih rapi pada saat tertutup karena engsel sendok tidak kelihatan jika dilihat dari sisi sebelah luar.
Peralatan (fitting) ini sangat banyak dijual di pasaran. Harga dan kualitasnya pun beragam. Nah, untuk kitchen set anda, pilihlah yang berkualitas tinggi agar peralatan tersebut tidak gampang rusak karena yang harus diingat adalah kitchen set ini akan digunakan setiap hari.
Engsel kitchen set BLUMKami menganjurkan menggunakan engsel merk BLUM. Selain berkualitas, juga menerapkan teknologi blumotion yang membuat anda tidak perlu khawatir terhadap bunyi atau daun pintu terbanting saat ditutup. Artinya sekuat apapun tenaga anda saat menutup pintu lemari, engsel blum akan menahannya dan kemudian menutup pintu tersebut secara perlahan sampai rapat (seperti door closer).

Rel Laci
Laci biasanya terdapat pada lemari dasar pada sebuah kitchen set. Dan pada sebuah kitchen set yang ergonomis, pada laci-laci inilah tempat barang yang paling sering digunakan. Bisa dibayangkan apabila tidak memilih peralatan (fitting) nya yang berkualitas tinggi.
Untuk menentukan pilihan, sama seperti engsel, kami pun menganjurkan menggunakan rel laci merk blum. Jika anda mau, blum juga menyediakan rel laci yang berteknologi tinggi dimana anda akan mudah menarik atau menutup laci-laci lemari hanya dengan sebuah sentuhan (tanpa perlu ada tarikan laci) yang dikenal dengan teknologi servo-drive.
Video di bawah ini adalah contoh sebuah laci yang menggunakan rel laci merk blum tipe tip-on dan blumotion.

Yang paling utama sekali yang harus diingat adalah anda akan menggunakan kitchen set setiap hari, untuk itulah perlu memilih peralatan (fitting) kitchen set anda yang berkualitas tinggi (seperti; engsel sendok dan rel laci merk blum). Selain nyaman digunakan tentu akan membuat kegiatan memasak anda menjadi lebih menyenangkan.

Contoh Desain Kamar Tidur

Kumpulan gambar di bawah ini adalah beberapa contoh desain kamar tidur.









Susun Kitchen Set Menurut Tingkatan Ergonomis

Tulisan ini merupakan penjelasan lebih dalam tentang langkah penting saat membuat kitchen set sebelumnya. Dimana pada langkah tersebut disarankan untuk merencanakan tempat untuk penempatan barang disusun (diatur) sesuai dengan tingkatan ergonomis yang benar. Artinya barang atau bahan yang akan sering digunakan diletakkan pada tempat yang paling mudah dijangkau tanpa harus membuat posisi tubuh menjadi stres (membungkung atau berjongkok).

Gambar di bawah ini memperlihatkan sebuah kitchen set yang telah direncanakan penempatan barangnya yang telah disusun berdasarkan tingkatan ergonomis yang benar.

Kitchen set yang ergonomis


Perbedaan warna yang ditampilkan menunjukkan tingkatan ergonomis sebuah kitchen set. Pada tingkatan ini nampak bahwa barang-barang yang jarang digunakan disusun pada bagian paling bawah dari lemari dasar dan tingkat paling atas pada lemari dinding. Dengan demikian anda akan jarang membungkuk atau berjongkok saat bekerja di dapur untuk mengambil barang yang diperlukan sehingga kegiatan memasak anda menjadi nyaman dan menyenangkan.


Membuat Kitchen Set Yang Ergonomis

Sebelum membuat kitchen set yang ergonomis, ada baiknya untuk memahami dulu apa yang dimaksud "ergonomis". Ergonomi adalah ilmu yang memelajari mengenai sifat dan keterbatasan manusia yang digunakan untuk merancang sistem kerja, sehingga sistem tersebut dapat bekerja dengan baik. Ergonomis adalah kata sifatnya. Jadi membuat kitchen set yang ergonomis artinya membuat sebuah kitchen set yang mempunyai sistem kerja sehingga mampu melayani orang yang menggunakannya dengan baik.

Pada gambar berikut adalah posisi postur tubuh manusia yang biasa terjadi saat berada atau bekerja di dapur.

  1. Posisi tubuh masusia pada orang yang berbaju warna merah adalah posisi tubuh yang sangat stres yang dirasakan oleh tubuh manusia. Pada dapur ini terjadi ketika berusaha mengambil barang yang terletak pada bagian paling dalam di lemari dasar.
  2. Posisi tubuh orang yang berbaju warna orange juga mengalami stres pada tubuhnya tapi tidak separah yang berbaju merah.
  3. Posisi tubuh orang yang berbaju kuning adalah posisi hanya merasakan sedikit sekali rasa stres pada tubuhnya.
  4. Sedangkan posisi orang yang berbaju biru adalah posisi normal.
Jika melihat dari gambar di atas tentu kita akan menilai bahwa kitchen set atau dapur pada gambar tersebut tidak ergonomis karena masih terjadi posisi yang sangat tidak nyaman pada tubuh orang yang menggunakannya.

Bagaimana cara mengatasinya?
Pertanyaan ini muncul karena posisi barang yang terletak pada posisi orang berbaju merah sudah pasti terjadi pada sebuah kitchen set.
Untuk menjawab permasalahan itu maka sangat disarankan tempat penyimpanan itu dibuat berbentuk laci sistem 'roll-out', bukan rak-rak. Sehingga terhindar dari posisi tubuh berlutut dan membungkung seperti baju merah dan orange.
Ketika anda dapat dengan mudah mengambil barang yang pada hakikatnya berada pada posisi paling jauh pada kitchen set anda, berarti anda telah berhasil membuat sebuah kitchen set yang ergonomis.


Gambar di bawah ini memperlihatkan perbedaan posisi tubuh manusia ketika mengambil barang pada posisi letak yang sama.
Saat berpakaian masih hitam putih (lama), wanita ini harus berlutut dan membungkuk untuk mengambil pancinya karena lemari dasar kitchen set itu masih memakai konsep rak-rak. Berbeda dengan ketika wanita itu pakaiannya telah berwarna (baru), dia tidak perlu membungkuk lagi untuk mengambil panci karena lemari dasar kabinetnya telah dibuat menjadi ergonomis dengan berbentuk laci yang bisa ditarik-ulur (maju mundur). :-)

Membagi Zona Dapur (Kitchen Set)

Sebuah dapur yang baik selalu dimulai dengan perencanaan atau pembagian zona kerja berdasarkan pribadi pemiliknya. Zona kerja dapur yang dimiliki oleh orang kidal berbeda orang yang berkebiasaan kerja menggunakan tangan kanan. Maka dari itu kitchen set yang merupakan tempat atau lemari penyimpanan, dibuat sesuai juga dengan zona kerja tersebut.

Bagaimana cara membagi zona area kerja pada dapur?
Pada gambar ini ditampilkan contoh sebuah dapur (kitchen set) yang telah disusun atau dikelompokkan berdasarkan alur kerja.

Zona Consumables.
Zona consumbles adalah tempat anda menyimpan barang konsumsi yang bersifat habis terpakai. Secara umum adalah bahan makanan sehari-hari seperti; roti, susu, minuman kaleng, sereal, buah-buahan, sayuran, dan lain-lain. Lebih tepatnya, area ini adalah posisi lemari pendingin (kulkas).

Zona Non-consumables.
Zona Non-consumables adalah area penyimpanan atau meletakkan barang (peralatan) yang bersifat tidak habis terpakai seperti; alat pemotong, peralatan memasak, barang pecah belah dan lain-lain.
Aplikasi kitchen set untuk area ini adalah berupa kabinet lemari dasar, lemari dinding, dan stop kontak untuk menjalankan peralatan masak lainnya.

Zona Cleaning.
Zona Cleaning adalah area penyimpanan yang terdapat di bawah atau di samping bak cuci piring (kitchen sink) yang dimanfaatkan untuk menyimpan peralatan cuci seperti; sikat, sabun, sabun cair, tempat sampah dan lain-lain.

Zona Preparation
Zona Preparation adalah area tempat mempersiapkan makanan sebelum dimasak atau tempat meracik makanan. Lemari yang terdapat pada area kerja ini adalah tempat menyimpan pisau, talenan, mangkok pencampur, dan lain-lain.

Zona Cooking
Pada zona cooking inilah tempat anda menyimpan peralatan masak seperti, panci, nampan kue dan kaleng kue.

Dengan membagi area penyimpanan pada dapur (kitchen set) seperti yang diuraikan di atas, akan memudahkan anda untuk mengambil barang yang akan dipakai sesuai dengan apa yang anda kerjakan saat itu. Tentu hal itu bisa menghemat waktu anda dan membuat kegiatan memasak menjadi lebih menyenangkan.

Langkah Penting Saat Membuat Kitchen Set

Kitchen set adalah merupakan perabot atau furniture yang terdapat pada sebuah dapur yang dibuat untuk mendukung kegiatan di dapur mulai dari memasak, membersihkan, dan menyimpan. Yang perlu diingat adalah bahwa dapur akan selalu sering digunakan, maka itu buatlah suasana dapur menjadi menyenangkan dan bisa digunakan bertahan dalam waktu yang panjang (kira-kira 20 tahun). Kenapa demikian? Karena ketika membuat kitchen set, anda akan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk itu. Oleh sebab itu penting untuk menentukan langkah-langkah atau tahapan yang harus dilakukan saat membuat kitchen set.

Kitchen set

Langkah pertama adalah mencatat atau memberikan informasi.
Langkah atau tahapan ini penting terutama bagi anda yang menggunakan jasa arsitek interior untuk mendesain kitchen set anda. Berikan informasi selengkap-lengkapnya, mulai dari; luas ruangan dapur, posisi pintu dan jendela, ketersediaan instalasi air dan listrik, posisi meja dapur yang anda inginkan, dan lain-lain.
Sampaikan juga beberapa hal tentang keluarga anda seperti; jumlah anggota keluarga, gaya hidup dan kebiasaan memasak makanan sehari-hari, kebiasaan berbelanja, dan juga fungsi dapur itu sendiri (hanya memasak, bisa menjadi ruang makan, atau hanya sebagai pengisi waktu).
Selain itu, ukuran tinggi tubuh, kebiasaan tangan kanan atau tangan kiri (kidal) penting disampaikan untuk menentukan ukuran lemari kitchen set dan pola atau alur kitchen set anda.

Langkah kedua adalah tentukan kebutuhan ruang penyimpanan anda.
Langkah ini penting dilakukan karena mungkin anda mempunyai keinginan menggunakan dapur sebagai bagian dari tempat penyimpanan dalam rumah anda.

Langkah ketiga adalah mengelompokkan atau membagi zona dapur.
Tahap ini merupakan bagian tugas dari desainer kitchen set. Setelah mengumpulkan semua informasi tadi, desainer mulai membagi zona pada dapur anda. Secara umum, area (zona) pada kitchen set disebut sebagai berikut:
  1. Consumables
  2. Non-consumables
  3. Cleaning
  4. Preparation
  5. Cooking
Langkah keempat adalah menempatkan pada tingkatan ergonomis dengan benar.
Maksud dari tahap atau langkah ini adalah merencanakan tempat penyimpanan barang yang diatur atau ditempatkan sesuai dengan tingkatan ergonomis yang benar sehingga akan menghemat waktu dalam bekerja sehari-hari di dapur tersebut.
  • Barang yang sering digunakan, ditempatkan pada tempat yang mudah dijangkau seperti pada laci atas lemari dasar atau tingkat pertama pada lemari dinding.
  • Barang yang kurang sering digunakan, ditempatkan di atas atau di bawah dari area yang biasa digunakan.
  • Barang yang jarang digunakan, ditempatkan di tingkat atas lemari dinding atau tingkat bawah lemari dasar.
Langkah kelima adalah pilih fitting (peralatan) kitchen set yang mendukung dan berkualitas tinggi.
Ingat! Anda akan menggunakan dapur anda setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama. Memilih fitting yang mendukung terhadap laci-laci atau pintu pada lemari kitchen set artinya fitting (peralatan) tersebut akan memudahkan anda untuk mengambil atau menyimpan kembali barang-barang ke dalam lemari kitchen set sehingga kegiatan di dapur anda menjadi lebih menyenangkan.
Sedangkan langkah atau cara memilih fitting yang berkualitas tinggi adalah untuk mengantisipasi agar jangan cepat rusak, karena sering digunakan.