2016-05-22

Pekerjaan Instalasi Air atau Sanitasi

Pada website ini kami akan menguraikan tulisan bagaimana cara membangun rumah.
Tujuannya adalah untuk lebih memudahkan pengunjung dalam memahami dan mengetahui bagaimana cara membangun rumah berdasarkan urutan pekerjaan yang mesti dilakukan.

Setelah melakukan pekerjaan instalasi listrik, kita melanjutkan pekerjaan berikutnya yaitu Pekerjaan Instalasi Air atau Sanitasi.
Secara umum pekerjaan ini terbagi atas pemasangan instalasi pemipaan (air bersih, air kotor dan air tinja) dan pemasangan alat-alat sanitasi seperti; kloset, washtafel, bathtub, lavatory, floordrain, kran air dan lain-lain termasuk pembuatan septictank dan sumur resapan.
Pemasangan instalasi air kotor dan air tinja biasanya telah dilakukan jauh hari sebelumnya (pada saat pembuatan struktur bangunan), sedangkan pemasangan pipa air bersih dilakukan sebelum pekerjaan plesteran.
Jadi jika anda menggunakan jasa orang plumbing untuk pekerjaan instalasi air pada rumah anda, sebaiknya anda melakukan kontrak kerjanya saat akan dimulai pekerjaan struktur rumah anda.

Hal yang perlu diperhatikan pada pemasangan pipa instalasi air:

  1. Gunakan pipa yang berukuran 4" dengan kemiringan minimal 2 % pada instalasi air tinja. Karena hampir semua pabrik kloset membuat ukuran lobang pembuanyan klosetnya adalah 4".
  2. Untuk menghemat biaya, instalasi air buangan (air kotor, air tinja dan air hujan) cukup menggunakan pipa yang berkode "D" dan untuk pipa air bersih yang bertekanan gunakan pipa yang berkode "AW".
  3. Jika anda menggunakan tangki atap yang memanfaat gara gravitasi untuk tekanan air sebaiknya mengikuti prinsip pipa kapiler dengan menggunakan pipa 1" sebagai saluran primer, pipa 3/4" sebagai saluran sekunder dan pipa 1/2" untuk saluran tertier. (lihat: Penyebab Tekanan Air Kran Menjadi Lemah).
  4. Pada instalasi air kotor dan air tinja, gunakanlah elbow yang mempunyai radius lebih besar (large radius elbow) dan juga Tee yang mempunyai radius besar (large radius tee) untuk mengindari kemungkinan terjadi tersumbatnya saluran pembuangan.
  5. Untuk elbow drat dalam atau soket drat dalam, sebaiknya menggunakan soket atau elbow yang mempunyai drat dari besi di dalamnya.
  6. Untuk pipa air kotor pada lantai 2, sebelum diteruskan ke lantai 1 sebaiknya dipasangkan P-Trap yang berguna untuk menghindari bau tak sedap masuk ke kamar mandi dan juga berfungsi sebagai perangkap kotoran berat yang bisa mengakibatkan penyumbatan pada saluran pembuangan air kotor tersebut.
  7. Penggunaan floordrain yang berkualitas bagus sangat dianjurkan. Selain untuk mencegah binatang kecil masuk ke kamar mandi, ada juga floordrain yang berfungsi bisa mencegah masuknya bau tak sedap ke kamar mandi.
  8. Untuk instalasi air panas harus menggunakan pipa yang khusus untuk mengalirkan air panas. Berdasarkan pengalaman, kami menganjurkan anda untuk menggunakan pipa Westpex. Dan bagi anda yang ingin memiliki air panas dengan biaya murah silahkan lihat tulisan Trik Membuat Instalasi Air Panas Murah.
  9. Timbunlah pipa instalasi dengan menggunakan pasir halus.

Berikut beberapa hal yang harus diketahui pada pekerjaan instalasi air di rumah anda:
  1. Setelah terpasang, pastikan ada genangan air pada lobang kloset anda.
  2. Gunakan sifon leher angsa pada washtafel anda.
Demikianlah cara membangun rumah untuk pekerjaan instalasi air atau sanitasi. Setelah melakukan pekerjaan instalasi air ini kita akan melanjutkan pada pekerjaan berikutnya yaitu: Pekerjaan Lantai.

2016-04-12

Pekerjaan Instalasi Listrik

Pada website ini kami akan menguraikan tulisan bagaimana cara membangun rumah.
Tujuannya adalah untuk lebih memudahkan pengunjung dalam memahami dan mengetahui bagaimana cara membangun rumah berdasarkan urutan pekerjaan yang mesti dilakukan.

Setelah melakukan pekerjaan plafon kita melanjutkan pekerjaan pada tahap berikutnya yaitu Pekerjaan Instalasi Listrik.
Dalam pekerjaan instalasi listrik ada beberapa item yang menjadi bagian dalam pekerjaan itu yang telah dilakukan sebelumnya. Seperti pemasangan pipa-pipa untuk jalur instalasi yang tertanam di dalam dinding atau di dalam plat atau dag beton.

Bagi para pemilik rumah sebaiknya mempercayakan pekerjaan instalasi listrik kepada biro instalasi listrik yang berpengalaman dan dapat dipertanggung jawabkan pekerjaannya.
Untuk mendapatkan hasil yang bagus, tentu ada beberapa hal yang perlu diutarakan oleh pemilik rumah tentang keinginannya terhadap instalasi listrik rumahnya.

Beberapa hal umum yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan instalasi listrik:
  1. Pipa-pipa yang ditanamkan sebagai sarana jalur kabel-kabel harus berkwalitas bagus.
  2. Kabel yang digunakan harus sesuai standar.
  3. Minta biro instalasi untuk membuat pembagian beban listrik dengan benar.
  4. Pilih bentuk sakelar, stop kontak, fitting lampu sesuai dengan keinginan anda.
  5. Gunakan lampu LED agar hemat energi.
Demikianlah cara membangun rumah untuk pekerjaan instalasi listrik. Setelah melakukan pekerjaan instalasi listrik ini kita akan melanjutkan pada pekerjaan berikutnya yaitu: Pekerjaan Instalasi Air atau Sanitasi.

2016-04-07

Pekerjaan Rangka Plafon dan Plafon

Pada website ini kami akan menguraikan tulisan bagaimana cara membangun rumah.
Tujuannya adalah untuk lebih memudahkan pengunjung dalam memahami dan mengetahui bagaimana cara membangun rumah berdasarkan urutan pekerjaan yang mesti dilakukan.
Setelah melakukan pekerjaan dinding dan kusen kita melanjutkan pekerjaan pada tahap berikutnya yaitu pekerjaan plafon. Artinya pekerjaan plafon mulai dilakukan setelah dinding selesai diplester dan diaci.

Tentukan jenis dan ketinggian plafon

Sebelum melakukan pekerjaan plafon, sebaiknya tentukan dulu jenis atau material yang akan digunakan karena saat ini sangat banyak berbagai macam jenis plafon yang ditawarkan oleh produsen dan masing-masing jenis plafon tersebut tentu mempunyai kelebihan dan kekurangannya.
Setelah itu tentukan desain atau motif plafon yang akan diterapkan, lalu tetapkan berapa ketinggian plafon pada rumah anda.

Apa bahan atau material yang terbaik untuk rangka plafon?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya menyarankan sebagai berikut;
Jika anda membangun rumah bertingkat, rangka plafon pada lantai dasar gunakanlah rangka hollow atau puring (aluminium), sedangkan untuk lantai atas sebaiknya rangka plafonnya menggunakan rangka kayu.
Kenapa demikian?
Kelebihan rangka plafon dari kayu adalah kuat menahan beban. Pemakaian rangka plafon kayu pada lantai atas akan terasa manfaatnya nanti apabila ada situasi yang membuat anda atau tukang untuk naik ke loteng rumah.

Analisa harga satuan pekerjaan plafon

Di bawah ini adalah contoh cara menghitung harga satuan untuk pekerjaan rangka plafon dan plafon. Analisa ini berdasarkan Analisa Harga SNI 2008, angka yang terdapat pada kolom indeks adalah merupakan faktor pengali atau koefisien sebagai dasar perhitungan biaya bahan dan upah.

Analisa memasang 1m2 rangka plafon (60 x 60) cm, kayu kelas II atau III

Kebutuhan Satuan Indeks Harga
Satuan
Bahan/Upah
(Rp.)
Jumlah
(Rp.)
Bahan Kayu kaso (5 x 7 cm) m3 0,016 -
Paku 7 - 10 cm kg 0,250 -
Tenaga kerja Pekerja OH 0,200 -
Tukang Kayu OH 0,300 -
Kepala Tukang OH 0,030 -
Mandor OH 0,010 -
Jumlah harga per satuan pekerjaan -
Analisa memasang 1m2 plafon gypsum 9 mm

Kebutuhan Satuan Indeks Harga
Satuan
Bahan/Upah
(Rp.)
Jumlah
(Rp.)
Bahan Papan gypsum 9 mm lbr 0,364 -
Paku sekrup kg 0,110 -
Tenaga kerja Pekerja OH 0,100 -
Tukang Kayu OH 0,050 -
Kepala Tukang OH 0,005 -
Mandor OH 0,005 -
Jumlah harga per satuan pekerjaan -

Dan bagi anda yang ingin menggunakan rangka plafon puring atau besi hollow, para aplikator biasanya akan memberikan penawaran kepada anda dalam bentuk beberapa paket. Diantaranya sebagai berikut:
  1. Plafon datar, gypsum 9 mm , rangka puring, finishing cat putih seharga Rp. 80.000,- s/d Rp.100.000,- per meter2.
  2. Plafon bertingkat (drop ceiling), rangka puring, finishing cat putih seharga Rp. 110.000,- s/d Rp. 150.000,- per meter 2. (tergantung berapa buah tingkatnya)
*harga ini adalah harga pada saat tulisan ini diposting

Demikianlah cara membangun rumah untuk pekerjaan rangka plafon dan plafon. Setelah melakukan pekerjaan rangka plafon dan plafon ini kita akan melanjutkan pada pekerjaan berikutnya yaitu: Pekerjaan Instalasi Listrik.

2016-03-01

Desain Rumah Bertingkat Minimalis Type 77

Untuk menambah koleksi gambar rumah atau contoh desain rumah minimalis karena rumah minimalis masih menjadi trend bagi masyarakat perkotaan. Untuk itu pada tulisan ini kami menampilkan contoh rumah bertingkat minimalis type 77 yang cocok untuk pasangan muda yang tinggal di perkotaan.

Perspektif Rumah Bertingkat Type 77

Contoh desain rumah bertingkat minimalis type 77
Tampak rumah tipe 77
Rumah seluas 77 m2 ini didesain di atas tanah seluas 153 m2 dengan ukuran 9 x 17 meter memiliki 3 buah kamar tidur yang ditempatkan 1 buah di lantai bawah dan 2 buah di lantai atas. Ruang-ruang di lantai bawah terdiri dari ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar tidur dan kamar mandi. Sementara ruang-ruang di lantai atas terdiri dari 2 buah kamar tidur, kamar mandi dan balkon. Ketinggian bangunan (floor to floor) rumah bertingkat ini adalah 3,2 meter.

Denah Rumah Bertingkat Type 77

contoh denah rumah bertingkat minimalis type 77
Denah rumah tipe 77
Posisi rumah memang sengaja ditarik sejauh 6 meter dari batas tanah bagian depan membuat rumah ini semakin menarik tampilannya karena memiliki halaman depan yang cukup luas dan carportnya dapat menampung 2 mobil. Selain itu, karena rumah bertingkat minimalis type 77 juga memiliki halaman yang cukup luas di bagian belakangnya, bagi penghuni yang mempunyai hobi tanam menanam tentu akan lebih tersalurkan hobinya tersebut.

2016-02-10

Conwood Material Inovatif Pengganti Kayu

Ketertarikan orang terhadap kayu sebagai bahan material untuk sebuah rumah tak dapat dipungkiri. Keunikan warna kayu, urat maupun teksturnya dapat menimbulkan kesan dan suasana yang alami. Namun karena semakin terbatasnya lahan atau hutan yang menjadi sumber atau tempat kayu dihasilkan, membuat kayu saat ini semakin langka dan mahal harganya.
Tak kehilangan akal, sekarang ini telah ada diproduksi Conwood, yaitu material yang inovatif pengganti kayu yang lebih kuat dan mampu menyerupai seperti kayu. Produk ini bisa diaplikasikan hampir di seluruh bagian rumah, baik itu untuk luar maupun di dalam rumah. Mulai dari lisplank, plafon, partisi, anak tangga, lantai deck maupun pagar rumah.

Dinding rumah yang dilapisi Conwood
Contoh dinding rumah dilapisi Conwood
Conwood memang sengaja diproduksi untuk memberikan tampilan seperti kayu. Material ini terbuat dari 70 persen semen dan 30 persen serat selulosa yang ramah lingkungan. Campuran kedua bahan tersebut dibuat seperti adonan yang kemudian disusun berlapis-lapis menjadi lembaran dengan berbagai ukuran panjang, lebar dan ketebalannya.

Ukuran lebar dan ketebalan Conwood dibuat dan dicocokkan untuk pengaplikasikannya pada rumah, seperti:
  1. Lantai. Ukuran tebal, lebar, dan panjang lembaran Conwood yang digunakan untuk lantai adalah 2,5 cm x 30 cm x 305 cm.
  2. Dinding. Ukuran tebal, lebar, dan panjang lembaran Conwood yang digunakan untuk material pelapis dinding adalah 1,1 cm x 20 cm x 305 cm.
  3. Lisplank. Ukuran tebal, lebar, dan panjang lembaran Conwood yang digunakan untuk lisplank adalah 1,6 cm x 15 cm x 305 cm.
Sebagai material inovatif yang dibuat untuk menggantikan kayu, permukaan Conwood juga memiliki tekstur seperti yang terdapat pada kayu. Ketika mengaplikasikannya, material ini juga bisa dipotong dengan gergaji layaknya pengerjaan pada kayu dan dipasangkan dengan menggunakan sekrup.

Kelebihan Conwood dari pada kayu adalah material ini anti rayap dan tidak akan mengalami muai susut. Dan apabila diaplikasikan di bagian luar rumah, material ini tidak akan lapuk karena Conwood tidak menyerap air.

Untuk mendapatkan hasil akhir yang benar-benar menyerupai kayu. Pada material ini dilakukan tahap finishing dengan menggunakan cat jenis fibbercoat yang diproduksi oleh Propan. Karena produksi Conwood dikeluarkan dari pabrik dalam bentuk lembaran-lembaran dengan warna dasar putih dan abu-abu. Dimana hal ini akan membuat konsumen menjadi lebih leluasa dalam menentukan warna saat finishing nantinya.

2016-02-08

Kayu Bekas Peti Kemas (Jati Belanda) Untuk Perabot

Kayu jati belanda memiliki keunikan dan kelebihan. Oleh karena itulah kayu yang biasa digunakan untuk peti kemas ini dimanfaatkan kembali untuk perabot atau furniture. Selain terkenal dengan kekuatannya, kayu jati belanda memiliki keindahan baik dari warna kayu, urat dan mata kayunya pun menjadi daya tarik tersendiri. Jati belanda bekas peti kemas ini berbeda dengan kayu jati yang tumbuh di Indonesia. Kayu yang dikenal dengan sebutan jati belanda ini termasuk pada golongan kayu pinus yang tumbuh di Jerman, Australia, Jepang dan Korea. Yang dinilai paling baik adalah yang tumbuh di Jerman karena paling kuat, ringan, tidak mudah patah dan tidak muda berubah oleh pengaruh cuaca.

Kayu bekas peti kemas atau kayu jati belanda
Contoh kayu jati belanda yang belum diolah
Kenapa kayu bekas peti kemas (jati belanda) cocok untuk dijadikan perabot?
Mengingat dari fungsinya sebagai peti kemas atau bahan pelindung barang, tentu kekuatannya sudah tidak diragukan lagi dan juga tingkat kekeringannya yang sudah benar-benar kering. Jika dijadikan untuk bahan perabot (furniture) akan menghasilkan perabot yang berkualitas dan harganya terjangkau (karena barang bekas).
Keindahan warna dan keunikan urat serta mata kayunya membuatnya menjadi bahan yang dicari untuk dijadikan perabot. Warna kayu jati belanda adalah kuning gading, yang ketika diolah dengan benar akan menampilkan keindahan kayu yang alami.

Bagaimana cara mengolah kayu bekas peti kemas (jati belanda) untuk dijadikan perabot?

Jika belum diolah, penampilan kayu jati belanda ini biasa biasa saja, tidak tampak urat dan mata kayunya dan bahkan banyak dijumpai lubang bekas paku. Maklum saja, kayu ini adalah bekas kayu yang digunakan sebagai bahan pengaman barang atau peti kemas.
Untuk menjadikannya menjadi bahan perabot yang berkualitas perlu dilakukan beberapa tahap atau proses pengolahan lebih lanjut.


Tahap atau proses pengolahan kayu bekas peti kemas (jati belanda) adalah sebagai berikut:
  1. Pilih kayu bekas peti kemas sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Karena ukuran dan panjang kayu yang ada sangat bermacam-macam.
  2. Amplas permukaan kayu dengan menggunakan mesin amplas agar permukaannya halus dan bersih.
  3. Tutup bagian yang berlubang, baik itu bekas paku atau lubang alami dengan dempul secara merata, kemudian diamkan lebih kurang 1 jam.
  4. Setelah itu kayu diamplas lagi untuk menghilangkan dempul dan menghaluskan permukaannya.
  5. Kemudian kayu di-sanding. Proses pengolesan cairan sanding inilah yang menentukan untuk menampilkan keindahan urat dan mata kayu jati belanda ini.
  6. Setelah didiamkan beberapa saat, kemudian kayu diamplas lagi sampai halus.
  7. Terakhir di-clear. 

2016-02-03

Berbagai Macam Jenis Kompor

Kompor merupakan sebuah alat masak yang dapat mengeluarkan api (panas) sehingga membantu proses memasak. Sekarang sangat banyak berbagai macam jenis kompor atau alat memasak yang beredar di pasaran. Berdasarkan energi yang digunakannya, kompor yang biasa digunakan pada sebuah dapur modern dapat dibedakan sebagai berikut: kompor gas, kompor listrik, kompor induksi, dan kompor halogen.

Kompor Gas

Kompor gas
Contoh kompor gas
Kompor gas adalah kompor yang memanfaatkan gas sebagai bahan bakarnya. Pemakaian kompor gas ini hampir merata ditemukan pada kitchen set masyarakat perkotaan di Indonesia. Prinsip kerja kompor gas yang mengubah gas cair menjadi api yang digunakan untuk memanaskan masakan sangat cocok dengan kebiasaan memasak masyarakat Indonesia sehingga kompor gas menjadi pilihan utama dibanding yang lainnya. Berdasarkan sistem pemasangannya pada kitchen set, kompor gas juga dikenal dengan kompor gas tanam (hob) dan kompor gas free standing. Ada kelemahan dari kompor gas, yaitu kemungkinan meledak akibat kebocoran gas baik dari tabung maupun selangnya. Namun hal itu bisa diatasi dengan menggunakan selang dan regulator yang berkwalitas bagus.

Kompor Listrik

Kompor listrik
Contoh kompor listrik
Prinsip kerja kompor listrik adalah memanfaatkan energi listrik untuk memanaskan elemen yang digunakan untuk memasak. Elemen yang dipanaskan pada kompor listrik pun bermacam-macam bentuk dan bahannya, ada yang berupa; kawat spiral, besi dan plat keramik. Umumnya kompor listrik dijual dalam bentuk kompor tanam (hob). Tidak ada kemungkinan meledak, hanya saja pemakaian listrik yang menjadi besar karena pada umumnya kompor listrik memerlukan daya antara 600 - 2000 watt.

Kompor Induksi

Kompor induksi
Contoh kompor induksi
Prinsip kerja kompor induksi adalah mengubah tenaga listrik menjadi medan magnet untuk menghasilkan panas. Wajan atau panci merupakan menjadi sumber pemanas itu sendiri. Melalui induksi medan magnet terhadap wajan, wajan mengalami pemanasan akibat medan listrik yang dihasilkan oleh lilitan coil tembaga kompor induksi, sehingga tidak melalui proses perpindahan panas terlebih dahulu. Oleh sebab itu wajan atau panci yang digunakan pada kompor induksi harus wajan atau panci khusus yang bisa dijadikan sumber panas. Sama dengan kompor listrik, kompor induksi dijual dalam bentuk kompor tanam (hob) dan portabel. Kompor induksi memerlukan daya listrik antara 1500 - 2500 watt.

Kompor Halogen

Kompor halogen
Contoh kompor halogen
Prinsip kompor halogen ini adalah memanfaatkan panas yang dipancarkan dari sinar halogen dari kompor tersebut. Dari segi keamanan, kompor halogen diklaim sangat aman karena telah didesain dan dibuat dari material pilihan serta hemat energi. Untuk saat ini (tulisan ini dibuat), kompor halogen yang dipasarkan masih terbatas dalam bentuk portable (1 tungku) sehingga belum bisa dipasangkan permanen pada top table kitchen set.

Setelah mengetahui berbagai macam jenis kompor (kompor gas, kompor listrik, kompor induksi, dan kompor halogen), pilihan untuk menentukan kompor yang akan dipakai pada kitchen set anda tentu keputusannya tergantung pada anda karena yang akan memakai kompor tersebut adalah anda sendiri dan tentulah harus sesuai dengan kebiasaan memasak anda. Atau jika anda orang yang bisa beradaptasi, tentu pertimbangan hemat dan aman menjadi faktor utama dalam memilih kompor untuk kitchen set anda.

2016-01-27

Susun Kitchen Set Menurut Tingkatan Ergonomis

Tulisan ini merupakan penjelasan lebih dalam tentang langkah penting saat membuat kitchen set sebelumnya. Dimana pada langkah tersebut disarankan untuk merencanakan tempat untuk penempatan barang disusun (diatur) sesuai dengan tingkatan ergonomis yang benar. Artinya barang atau bahan yang akan sering digunakan diletakkan pada tempat yang paling mudah dijangkau tanpa harus membuat posisi tubuh menjadi stres (membungkung atau berjongkok).

Gambar di bawah ini memperlihatkan sebuah kitchen set yang telah direncanakan penempatan barangnya yang telah disusun berdasarkan tingkatan ergonomis yang benar.
Kitchen set yang ergonomis
Contoh sebuah kitchen set
Perbedaan warna yang ditampilkan menunjukkan tingkatan ergonomis sebuah kitchen set. Pada tingkatan ini nampak bahwa barang-barang yang jarang digunakan disusun pada bagian paling bawah dari lemari dasar dan tingkat paling atas pada lemari dinding. Dengan demikian anda akan jarang membungkuk atau berjongkok saat bekerja di dapur untuk mengambil barang yang diperlukan sehingga kegiatan memasak anda menjadi nyaman dan menyenangkan.


Membuat Kitchen Set Yang Ergonomis

Sebelum membuat kitchen set yang ergonomis, ada baiknya untuk memahami dulu apa yang dimaksud "ergonomis". Ergonomi adalah ilmu yang memelajari mengenai sifat dan keterbatasan manusia yang digunakan untuk merancang sistem kerja, sehingga sistem tersebut dapat bekerja dengan baik. Ergonomis adalah kata sifatnya. Jadi membuat kitchen set yang ergonomis artinya membuat sebuah kitchen set yang mempunyai sistem kerja sehingga mampu melayani orang yang menggunakannya dengan baik.

Pada gambar berikut adalah posisi postur tubuh manusia yang biasa terjadi saat berada atau bekerja di dapur.
Tingkat ergonomis tubuh manusia
  1. Posisi tubuh masusia pada orang yang berbaju warna merah adalah posisi tubuh yang sangat stres yang dirasakan oleh tubuh manusia. Pada dapur ini terjadi ketika berusaha mengambil barang yang terletak pada bagian paling dalam di lemari dasar.
  2. Posisi tubuh orang yang berbaju warna orange juga mengalami stres pada tubuhnya tapi tidak separah yang berbaju merah.
  3. Posisi tubuh orang yang berbaju kuning adalah posisi hanya merasakan sedikit sekali rasa stres pada tubuhnya.
  4. Sedangkan posisi orang yang berbaju biru adalah posisi normal.
Jika melihat dari gambar di atas tentu kita akan menilai bahwa kitchen set atau dapur pada gambar tersebut tidak ergonomis karena masih terjadi posisi yang sangat tidak nyaman pada tubuh orang yang menggunakannya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Pertanyaan ini muncul karena posisi barang yang terletak pada posisi orang berbaju merah sudah pasti terjadi pada sebuah kitchen set.
Untuk menjawab permasalahan itu maka sangat disarankan tempat penyimpanan itu dibuat berbentuk laci sistem 'roll-out', bukan rak-rak. Sehingga terhindar dari posisi tubuh berlutut dan membungkung seperti baju merah dan orange.
Ketika anda dapat dengan mudah mengambil barang yang pada hakikatnya berada pada posisi paling jauh pada kitchen set anda, berarti anda telah berhasil membuat sebuah kitchen set yang ergonomis.


Gambar di bawah ini memperlihatkan perbedaan posisi tubuh manusia ketika mengambil barang pada posisi letak yang sama.
Saat berpakaian masih hitam putih (lama), wanita ini harus berlutut dan membungkuk untuk mengambil pancinya karena lemari dasar kitchen set itu masih memakai konsep rak-rak. Berbeda dengan ketika wanita itu pakaiannya telah berwarna (baru), dia tidak perlu membungkuk lagi untuk mengambil panci karena lemari dasar kabinetnya telah dibuat menjadi ergonomis dengan berbentuk laci yang bisa ditarik-ulur (maju mundur). :-)

2016-01-26

Membagi Zona Dapur (Kitchen Set)

Sebuah dapur yang baik selalu dimulai dengan perencanaan atau pembagian zona kerja berdasarkan pribadi pemiliknya. Zona kerja dapur yang dimiliki oleh orang kidal berbeda orang yang berkebiasaan kerja menggunakan tangan kanan. Maka dari itu kitchen set yang merupakan tempat atau lemari penyimpanan, dibuat sesuai juga dengan zona kerja tersebut.

Bagaimana cara membagi zona area kerja pada dapur?

Pada gambar ini ditampilkan contoh sebuah dapur (kitchen set) yang telah disusun atau dikelompokkan berdasarkan alur kerja.
Pembagian zona dapur (kitchen set)
Cara membagi zona kitchen set
Zona Consumables.
Zona consumbles adalah tempat anda menyimpan barang konsumsi yang bersifat habis terpakai. Secara umum adalah bahan makanan sehari-hari seperti; roti, susu, minuman kaleng, sereal, buah-buahan, sayuran, dan lain-lain. Lebih tepatnya, area ini adalah posisi lemari pendingin (kulkas).

Zona Non-consumables.
Zona Non-consumables adalah area penyimpanan atau meletakkan barang (peralatan) yang bersifat tidak habis terpakai seperti; alat pemotong, peralatan memasak, barang pecah belah dan lain-lain.
Aplikasi kitchen set untuk area ini adalah berupa kabinet lemari dasar, lemari dinding, dan stop kontak untuk menjalankan peralatan masak lainnya.

Zona Cleaning.
Zona Cleaning adalah area penyimpanan yang terdapat di bawah atau di samping bak cuci piring (kitchen sink) yang dimanfaatkan untuk menyimpan peralatan cuci seperti; sikat, sabun, sabun cair, tempat sampah dan lain-lain.

Zona Preparation
Zona Preparation adalah area tempat mempersiapkan makanan sebelum dimasak atau tempat meracik makanan. Lemari yang terdapat pada area kerja ini adalah tempat menyimpan pisau, talenan, mangkok pencampur, dan lain-lain.

Zona Cooking
Pada zona cooking inilah tempat anda menyimpan peralatan masak seperti, panci, nampan kue dan kaleng kue.

Dengan membagi area penyimpanan pada dapur (kitchen set) seperti yang diuraikan di atas, akan memudahkan anda untuk mengambil barang yang akan dipakai sesuai dengan apa yang anda kerjakan saat itu. Tentu hal itu bisa menghemat waktu anda dan membuat kegiatan memasak menjadi lebih menyenangkan.