Pengetahuan Tentang Cara Mendesain Rumah dan Contoh Desain Serta Cara Membangun Rumah

Berbagai Macam Jenis Kompor

Kompor merupakan sebuah alat masak yang dapat mengeluarkan api (panas) sehingga membantu proses memasak. Sekarang sangat banyak berbagai macam jenis kompor atau alat memasak yang beredar di pasaran. Berdasarkan energi yang digunakannya, kompor yang biasa digunakan pada sebuah dapur modern dapat dibedakan sebagai berikut: kompor gas, kompor listrik, kompor induksi, dan kompor halogen.

Kompor Gas

Kompor gas
Contoh kompor gas
Kompor gas adalah kompor yang memanfaatkan gas sebagai bahan bakarnya. Pemakaian kompor gas ini hampir merata ditemukan pada kitchen set masyarakat perkotaan di Indonesia. Prinsip kerja kompor gas yang mengubah gas cair menjadi api yang digunakan untuk memanaskan masakan sangat cocok dengan kebiasaan memasak masyarakat Indonesia sehingga kompor gas menjadi pilihan utama dibanding yang lainnya. Berdasarkan sistem pemasangannya pada kitchen set, kompor gas juga dikenal dengan kompor gas tanam (hob) dan kompor gas free standing. Ada kelemahan dari kompor gas, yaitu kemungkinan meledak akibat kebocoran gas baik dari tabung maupun selangnya. Namun hal itu bisa diatasi dengan menggunakan selang dan regulator yang berkwalitas bagus.



Kompor Listrik

Kompor listrik
Contoh kompor listrik
Prinsip kerja kompor listrik adalah memanfaatkan energi listrik untuk memanaskan elemen yang digunakan untuk memasak. Elemen yang dipanaskan pada kompor listrik pun bermacam-macam bentuk dan bahannya, ada yang berupa; kawat spiral, besi dan plat keramik. Umumnya kompor listrik dijual dalam bentuk kompor tanam (hob). Tidak ada kemungkinan meledak, hanya saja pemakaian listrik yang menjadi besar karena pada umumnya kompor listrik memerlukan daya antara 600 - 2000 watt.

Kompor Induksi

Kompor induksi
Contoh kompor induksi
Prinsip kerja kompor induksi adalah mengubah tenaga listrik menjadi medan magnet untuk menghasilkan panas. Wajan atau panci merupakan menjadi sumber pemanas itu sendiri. Melalui induksi medan magnet terhadap wajan, wajan mengalami pemanasan akibat medan listrik yang dihasilkan oleh lilitan coil tembaga kompor induksi, sehingga tidak melalui proses perpindahan panas terlebih dahulu. Oleh sebab itu wajan atau panci yang digunakan pada kompor induksi harus wajan atau panci khusus yang bisa dijadikan sumber panas. Sama dengan kompor listrik, kompor induksi dijual dalam bentuk kompor tanam (hob) dan portabel. Kompor induksi memerlukan daya listrik antara 1500 - 2500 watt.


Kompor Halogen

Kompor halogen
Contoh kompor halogen
Prinsip kompor halogen ini adalah memanfaatkan panas yang dipancarkan dari sinar halogen dari kompor tersebut. Dari segi keamanan, kompor halogen diklaim sangat aman karena telah didesain dan dibuat dari material pilihan serta hemat energi. Untuk saat ini (tulisan ini dibuat), kompor halogen yang dipasarkan masih terbatas dalam bentuk portable (1 tungku) sehingga belum bisa dipasangkan permanen pada top table kitchen set.

Setelah mengetahui berbagai macam jenis kompor (kompor gas, kompor listrik, kompor induksi, dan kompor halogen), pilihan untuk menentukan kompor yang akan dipakai pada kitchen set anda tentu keputusannya tergantung pada anda karena yang akan memakai kompor tersebut adalah anda sendiri dan tentulah harus sesuai dengan kebiasaan memasak anda.
Jika anda orang yang bisa beradaptasi, tentu pertimbangan hemat dan aman menjadi faktor utama dalam memilih kompor untuk kitchen set anda.

Back To Top