Pengetahuan Tentang Cara Mendesain Rumah dan Contoh Desain Serta Cara Membangun Rumah

Cara Membangun Rumah: Pekerjaan Pondasi Dan Sloof

Pada website ini kami akan menguraikan tulisan bagaimana cara membangun rumah. Tujuannya adalah untuk lebih memudahkan pengunjung dalam memahami dan mengetahui bagaimana cara membangun rumah berdasarkan urutan pekerjaan yang mesti dilakukan. Setelah melakukan pekerjaan sebelumnya yaitu Pekerjaan Tanah, sekarang kita lanjutkan ke Pekerjaan Pondasi dan Sloof.

Secara teknis pondasi rumah bermacam-macam tipenya, mulai dari pondasi batukali, pondasi batubata, pondasi umpak, pondasi plat lajur, pondasi plat setempat, dan lain-lain. Penerapannya tergantung pada kondisi tanah atau lokasi dimana rumah yang akan dibangun. Pada tulisan ini kita mengambil contoh dan melanjutkan tahapan sebelumnya dengan menggunakan pondasi plat setempat.


Pada tahap Pekerjaan Pondasi dan Sloof dalam membangun rumah ada beberapa item pekerjaan yang dikerjakan yaitu:
  1. Pondasi Plat Setempat
  2. Pondasi Batubata
  3. Me-rab Pondasi Batubata
  4. Sloof

1. Pondasi Plat Setempat
Ketika melakukan pekerjaan pondasi harus selalu berpedoman pada gambar kerja / bestek yang telah dibuat arsitek rumah tersebut. Seperti pada gambar rencana pondasi di bawah ini:

Gambar rencana pondasi
Contoh gambar rencana pondasi

Gambar detail pondasi
Contoh gambar pondasi plat setempat

Berdasarkan gambar rencana pondasi di atas, dapat kita lihat dimana saja titik-titik pondasi rumah dan garis hitam yang ditebalkan tersebut adalah memperlihatkan jalur sloof yang mengikat pondasi satu sama lainnya.
Pada gambar detail pondasi terlihat juga gambar pembesian yang digunakan pada pondasi plat setempat ini dan pada gambar detail pondasi di atas tertera tulisan-tulisan sebagai berikut:
  • Ø10 – 12 CM, menunjukkan bahwa besi yang digunakan adalah besi yang berdiameter 10 mm dan dirakit/disusun dengan jarak 12 cm.
  • SLOOF 20/30 dan  6 x Ø10 MM, artinya mengatakan bahwa sloof berukuran lebar 20 cm dan tinggi 30 cm serta besi yang digunakan adalah besi berdiameter 10 mm yang dirakit sebanyak 6 buah.
  • KOLOM 20/20 dan 8 x Ø10 MM yang artinya mengatakan bahwa kolom/tiang berukuran 20 cm x 30 cm serta besi yang digunakan adalah besi berdiameter 10 mm yang dirakit sebanyak 8 buah.

Selain memperhatikan ukuran besi dan jumlah yang dipakai, pada pekerjaan pondasi dan sloof ini perlu juga diperhatikan juga cara mengikat besi. Kadang-kadang pekerja karena ingin cepat mereka mengikat besinya hanya sekali jalan saja atau tidak saling silang.
Gambar setelah pekerjaan pondasi plat setempat
Gambar contoh setelah selesai pekerjaan pondasi


2. Pondasi Batubata
Pondasi batubata dibuat pada pekerjaan rumah yang dibahas dalam contoh kasus rumah ini adalah berfungsi sebagai peletakan sloof, jadi pondasi batubata dibuat disepanjang jalur sloof sesuai dengan gambar di atas. Pondasi batu bata / roulag ini juga berfungsi sebagai dinding penahan agar tanah yang sudah ditimbunkan ke bagian dalam rumah sehingga tanah urug mudah untuk dipadatkan.
Gambar pemasangan pondasi batu bata
Sketsa gambar pondasi batubata (roulag)
Gambar setelah dilakukan pekerjaan pondasi batubata atau roulag
Gambar setelah roulag selesai dikerjakan

3. Me-rab Pondasi Batubata
Pekerjaan Me-rab Pondasi Batubata adalah pekerjaan memplester pondasi batubata yang telah yang telah dibuat tadi agar terlindung dari tanah urug, namun tidak perlu dihaluskan atau di-aci.

4. Sloof
Sloof berfungsi menyalurkan beban dinding bangunan ke pondasi. Dalam contoh ini sloof yang diterapkan pada bangunan rumah ini berukuran lebar 20 cm dan tinggi 30 cm dengan menggunakan besi berdiameter 10 cm yang disusun sebanyak 6 buah disepanjang jalur sloof sesuai dengan gambar.
Pada tahapan pengecoran sloof ini sebaiknya dilakukan sekaligus artinya tidak terputus. Apabila volume pengecoran cukup banyak ada bagusnya menggunakan ready mix (beton curah) sehingga bisa menghemat waktu dan mutu beton pun lebih terjamin.
gambar sloof setelah dikerjakan
Gambar setelah Sloof selesai dikerjakan
Dan kemudian lakukan penimbunan atau pengurugan tanah seperti yang diuraikan dalam pekerjaan tanah sebelumnya, yang hasilnya kira-kira seperti ini.
gambar pondasi dan sloof telah selesai dilakukan
Gambar pekerjaan pondasi dan sloof telah selesai dilakukan

Analisa harga satuan pekerjaan sloof 

Di bawah ini adalah contoh cara menghitung harga satuan untuk pekerjaan sloof beton bertulang per meter kubik.
Analisa ini berdasarkan Analisa Harga SNI 2008, angka yang terdapat pada kolom indeks adalah merupakan faktor pengali atau koefisien sebagai dasar perhitungan biaya bahan dan upah.

Kebutuhan Satuan Indeks Harga
Satuan
Bahan/Upah
(Rp.)
Jumlah
(Rp.)
Bahan Kayu kelas III m3 0,270 -
Paku 5 - 12 cm kg 2,000 -
Minyak bekisting liter 0,600 -
Besi beton polos kg 210,000 -
Kawat beton kg 3,000 -
Portland Cement kg 336,000 -
Pasir beton m3 0,540 -
Kerikil m3 0,810 -
Tenaga kerja Pekerja OH 5,560 -
Tukang batu OH 0,275 -
Tukang kayu OH 1,560 -
Tukang besi OH 1,400 -
Kepala tukang OH 0,323 -
Mandor OH 0,283 -
Jumlah harga satuan per pekerjaan -

Setelah selesai membuat pondasi, kita akan lanjutkan pembangunan rumah ini pada tahap selanjutnya yaitu Pekerjaan Beton Bertulang.

Back To Top