Pengetahuan Tentang Cara Mendesain Rumah dan Contoh Desain Serta Cara Membangun Rumah

Standar Ketinggian Plafon Untuk Rumah

Sebelum membahas tentang standar ketinggian plafon untuk rumah, ada baiknya kita mengetahui dulu apa manfaat utama dari plafon. Pada postingan sebelumnya sudah diuraikan bahwa kegunaan plafon adalah untuk menutupi struktur bagian atas suatu ruangan, baik itu rangka kuda-kuda atau struktur beton pada rumah bertingkat. Sedangkan pada saat ini plafon juga dimanfaatkan sebagai elemen interior suatu ruangan.

Contoh plafon gypsum pada sebuah rumah
Jika berbicara tentang standar tinggi plafon, tentu kita mengacu pada kebutuhan atau manfaat dasar dari plafon itu sendiri.

Menurut FHA (di A.S.) tinggi plafon sedapatnya atau seharusnya:
  • Tidak menyebabkan kesulitan bagi penghuninya.
  • Tidak membatasi pergerakan phisik penghuni maupun peralatan/perabotnya.
  • Tinggi plafon harus bebas di bawah balok-balok atau penghalang lainnya.


Tabel ukuran tinggi plafon minimal (standar A.S.)

KATEGORI RUANGAN TINGGI
(CM)
KETERANGAN
Ruangan yang dapat dihuni 232
Kamar mandi 214
Plafon yang bercahaya 214
Plafon miring 232 Ukuran tinggi 1/2 ruangan, dengan tinggi yang terendah tidak kurang dari 150
Gudang bawah tanah, tidak untuk dihuni 207

Melihat dari data tabel di atas tentu pembaca akan bertanya kok rendah sekali? Namun itulah standar ketinggian plafon minimal yang diperbolehkan untuk plafon rumah. Anda boleh membuat plafon rumah anda lebih tinggi dari standar tersebut.

Di Indonesia, biasanya ambang atas kusen jendela rumah berjelusi dengan tinggi 260 cm dari lantai maka sebaiknya plafon ditempatkan 20 cm di atasnya agar ketika menambahkan les profil plafon tersebut akan kelihatan lebih bagus. Jadi tinggi plafon dari lantai adalah 280 cm

Tag : Plafon

Back To Top