Pengetahuan Tentang Cara Mendesain Rumah dan Contoh Desain Serta Cara Membangun Rumah

Bermacam Jenis Atap

Atap termasuk bagian dari struktur sebuah rumah. Tampilan sebuah rumah akan lebih menarik jika tepat dalam memilih dan mendesain bentuk atap. Selain berfungsi sebagai pelindung dari cuaca baik hujan dan panas. Atap juga dapat memberikan kenyamanan pengguna di bawahnya. Untuk itu ada baiknya bagi anda untuk mengetahui berbagai macam jenis atap yang akan digunakan untuk atap rumah anda.

Saat ini banyak jenis atap yang diproduksi, masing-masing produsen mengatakan bahwa atap yang mereka produksi adalah atap yang terbaik. Kadang sampai membuat bingung konsumen dalam menentukan atap untuk rumahnya.
Untuk diketahui, kenapa begitu banyak jenis atap yang dapat dijumpai di pasaran? Hal itu tidak lain adalah untuk memenuhi keberagaman permintaan jenis atap sesuai dengan kebutuhannya. Karena, atap bukan semata-mata digunakan untuk rumah. Atap juga dibutuhkan untuk bangunan lain seperti, pabrik, gudang, kandang dan lain-lain. Kemudian banyak faktor lain yang menentukan kenapa masing-masing orang berbeda dalam menentukan jenis atap yang akan digunakan sebagai atap bangunannya, misalnya lokasi, bentuk bangunan, biaya (ini yang utama sekali).

Atap genteng keramik

Berikut berbagai macam jenis atau material atap yang dapat ditemui di pasaran:
  1. Atap Seng
  2. Atap Genteng Metal
  3. Atap Genteng Keramik
  4. Atap Genteng Beton
  5. Atap Aspal Bitumen
  6. Atap Sirap
  7. Atap uPVC


1. Atap seng
Jenis atap ini terbuat dari bahan seng (zinc). Bentuk atap seng biasanya bergelombang. Klasifikasi yang membedakan saat menentukan saat pembelian atap seng adalah ketebalannya. Semakin tebal atap seng yang anda pilih tentu akan semakin bagus daya tahannya dan harga agak lebih mahal dari atap yang tipis.

2. Atap genteng metal.
Atap genteng metal adalah jenis atap yang terbuat dari zincalum namun bentuknya seperti atap genteng keramik atau tanah lihat. Ada berbagai kategori yang membedakan atap genteng metal ini, diantaranya; ketebalan, warna, motif gentengnya, dan berpasir.
Atap genteng metal yang berpasir termasuk strata yang teratas dari bermacam jenis atap genteng metal karena dengan adanya lapisan pasir pada atap tersebut akan mengurangi tingkat kebisingan saat hujan deras dan mampu menjadi menahan panasnya terik matahari.

3. Atap genteng keramik.
Bahan dasar pembuat genteng keramik ini adalah tanah liat. Tidak dapat dipungkiri bahwa keunggulan genteng keramik ini adalah salah satu jenis atap yang mampu menahan panasnya terik matahari sehingga ruangan di bawahnya jauh terasa lebih sejuk dibanding dengan jenis atap yang terbuat dari material lainnya.

4. Atap genteng beton.
Atap genteng beton terbuat dari campuran semen dan pasir. Bentuk atap jenis ini hampir sama dengan genteng keramik namun atap genteng beton ada memiliki bentuk yang datar (flat) sehingga akan sangat cocok sekali bila dipasangkan pada rumah yang berkonsep minimalis.

5. Atap aspal bitumen.
Atap aspal bitumen terbuat dari bahan aspal yang diberi serat bitumen sehingga bisa dibentuk sedemikian rupa. Bentuk atap aspal bitumen ini ada yang seperti atap seng gelombang dan ada juga yang berbentuk seperti atap genteng metal. Atap aspal bitumen termasuk pada jenis atap yang lebih mampu meredam kebisingan bunyi hujan dibanding dengan atap genteng metal.

6. Atap sirap.
Bahan dasar yang biasa dipakai untuk atap sirap adalah kayu ulin. Saat ini penggunaan atap sirap yang banyak dijumpai adalah untuk atap gazebo. Selain mahal dan persediaan terbatas, atap sirap memerlukan perawatan yang tinggi.

7. Atap uPVC
Belum semua orang mengetahui jenis atap ini. Atap yang dibuat dari bahan uPVC dengan formula khusus dan diproses dengan mesin extrusi. Struktur atau anatomi atap ini berongga sehingga dipercaya mampu menahan panas dan meredam suara ketika hujan deras.

Demikian bermacam jenis atap yang dapat dijumpai di pasaran. Pilihlah atap yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda. Karena ketika Anda salah dalam menentukan jenis atap apa yang akan digunakan, bisa dipastikan Anda akan mengalami kerugian di kemudian harinya. Misalnya begini, untuk menghemat biaya dalam membangun rumah, Anda memilih seng atau jenis atap metal lainnya sebagai atap rumah. Padahal sebaiknya Anda memilih genteng karena lokasi rumah berada pada daerah yang bercuaca panas. Sehingga sepanjang hari Anda harus menyalakan AC agar rumah terasa nyaman. Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap hari?

No comments:

Post a Comment