Pengetahuan Tentang Cara Mendesain Rumah dan Contoh Desain Serta Cara Membangun Rumah

Memanfaatkan Pencahayaan Dan Pengudaraan Alami

Negara Indonesia berada pada daerah dimana angin dan matahari yang merupakan sumber daya alam yang melimpah dan tidak kunjung habis. Maka, apabila tidak ada kebutuhan khusus, sebaiknya rancangan bangunan atau rumah kita didasarkan atas pemanfaatan matahari dan angin yang semaksimal mungkin.
Matahari memberikan banyak hal kepada kita. Matahari memberi sinar terang, memberi kehangatan, memberi kesehatan, memberi energi. Begitu juga dengan angin, angin memberi kesejukan, memberi kebersihan aroma, memberi kelegaan bernafas paru-paru kita. Lalu kenapa, kita harus menyia-nyiakan manfaat sebesar itu? Kenapa kita harus menutup rapat pintu dan jendela? Kenapa harus mempersempit lubang ventilasi? Kenapa harus menghidupkan lampu terus-menerus? Kenapa harus bergantung diri dengan AC dan lainnya?
Kenapa kita tidak menarik terangnya sinar matahari ke dalam ruangan kita sebanyak-banyaknya, padahal kita tidak perlu bersudah payah untuk itu? Kenapa kita tidak menyejukkan ruangan kita dengan angin yang melalui lubang ventilasi kita?
Oleh karena itu, sebaiknya kita harus merancang rumah kita dengan memanfaatkan matahari dan angin yang melimpah di sekitar kita ini. Dan tentu kita tidak menutup diri terhadap pemakaian elemen-elemen mekanis seperti lampu dan AC, karena pada kondisi-kondisi tertentu atau keperluan khusus kita harus menggunakan elemen tersebut.

Pencahayaan Alami Untuk Bangunan Rumah

Pemecahan masalah penerangan pada bangunan rumah pada saat ini biasanya dilakukan dengan dua cara yaitu:
  1. Cara alami dengan pemanfaatan sinar matahari.
  2. Cara mekanis dengan pemanfaatan energi listrik.
Kedua cara di atas tentu saja harus diterapkan secara tepat, artinya cara manapun yang diterapkan, sebaiknya berdasarkan kebutuhan yang dituntut oleh berlangsungnya fungsi ruangan yang bersangkutan.



Pada penerangan alami, kita dapat memanfaatkan sinar matahari. Sinar matahari yang masuk ke dalam bangunan rumah kita sebenarnya terdiri dari beberapa unsur, yaitu:
  • Sinar matahari yang langsung masuk tanpa ada halangan apapun
  • Sinar matahari yang berasal dari pantulan-pantulan awan.
  • Sinar matahari refleksi luar, yaitu hasil pemantulan cahaya dari benda-benda yang berdiri di luar bangunan dan masuk ke dalam ruangan bangunan rumah kita melalui lubang jendela atau ventilasi.
  • Sinar matahari refleksi dalam, yaitu hasil pemantulan cahaya dari benda-benda yang ada di dalam ruangan itu sendiri.

Pengudaraan Alami Untuk Bangunan Rumah

Pengudaraan alami, seharusnya merupakan pilihan utama bagi pemecahan masalah kenikmatan tinggal di rumah-rumah kita. Tetapi rupanya kemajuan teknologi bangunan yang menyertai kemajuan citarasa kenikmatan, dapat memberikan alternatif lain, sehingga saat ini kita banyak menjumpai bangunan rumah yang sangat tergantung dengan pengudaraan non-alami. Hanya dalam keadaan daruratlah, bangunan atau rumah tersebut meminta pertolongan kepada pengudaraan alami.

Mengapa tidak merancang rumah atau bangunan dengan pengudaraan alami total, dan dalam keadaan darurat barulah bangunan atau rumah itu memanfaatkan pengdaraan non-alami?

Pengudaraan alami, kita dapat memanfaatkan aliran udara (angin) untuk masuk dan mengaliri ruangan pada bangunan atau rumah kita dengan cara;
  • Mengatur arah angin.
  • Memperlambat kecepatan angin
  • Membuat ventilasi silang.
  • Mengatur pintu atau ventilasi masuk dan keluar

Back To Top