Pengetahuan Tentang Cara Mendesain Rumah dan Contoh Desain Serta Cara Membangun Rumah

Cara Menghemat Pemakaian Lampu

Bagaimana cara menghemat pemakaian lampu? Terlebih dahulu, Anda harus mengerti dulu apa saja yang mempengaruhi besar kecilnya energi listrik yang kita konsumsi.
Cara menghemat pemakaian lampu
Lampu

Energi (kWh) = Daya (watt) × Waktu (hour)

Dari rumus ini terlihat bahwa peluang penghematan energi dapat dilakukan dengan cara mengurangi daya terpasang dan mengendalikan jam operasionalnya. Cara yang paling mudah untuk menghemat energi yang kita gunakan adalah dengan memanfaatkan cahaya alami (matahari) di siang hari.
Pemilihan warna terang pada dinding dan elemen interior lain memengaruhi pencahayaan. Warna terang memantulkan cahaya lebih besar sehingga ruang menjadi lebih terang.

Cara pertama
Adalah mengoptimalisasi daya listrik. Perhitungan daya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti fungsi ruang (untuk menentukan terang lampu), jenis lampu (mempengaruhi banyaknya cahaya yang dipancarkan), dan jumlah armatur/titik lampu (agar distribusi cahaya lebih merata dan sesuai kebutuhan).

Daya listrik terpasang tidak boleh melampaui angka maksimum yang ditentukan untuk setiap ruang. Contoh perhitungan:
Luas ruang makan : 5 m × 4 m = 20 m²
Daya lampu : 3 buah (titik lampu) × 15 watt = 45 watt
Daya/(Luas ruang) = 45/20 = 2,25 watt/m² -----> memenuhi syarat
Syarat:
Menurut SNI, daya pencahayaan maksimum untuk ruang kantor/industri adalah 15 watt/m². Di rumah, nilainya tidak melebihi 10 watt/m². Coba terapkan perhitungan ini pada setiap ruang di rumah, kemudian jumlahkan dan dirata-rata.


Cara kedua
Kita menghemat lampu dengan mengendalikan jam pengoperasiannya. Dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan:
  • Penggunaan lampu berhemat.
  • Mengatur jadwal penyalaan lampu, misalnya dengan mengaktifkan timer.
  • Menambah alat penghemat energi lampu (penggunaan dimmer, daylight sensor, zoning, present/movement detector, ultrasonic sensor). Sensor cahaya berfungsi untuk mengatur lampu agar tidak menyala di siang hari. Atur pemrogaman dengan periode nyala sependek mungkin (misalnya pukul 19.00 s/d 05.00 WIB).
  • Matikan lampu saat ruang tidak digunakan (pasang peringatan di setiap saklar dan pintu keluar).
  • Hindarkan penggunaan satu saklar yang dihubungkan dengan beberapa titik lampu. Kondisi ini membuat pemakaian tidak fleksibel karena menyalakan satu lampu berarti beberapa lampu lain ikut menyala dan memboroskan energi
Pelaksanaan cara ini tidak boleh mengurangi atau mengubah fungsi bangunan/ruangan, kenyamanan, dan produktifitas kerja penghuni tetap harus diperhatikan, demikian juga aspek biaya.

Untuk mengetahui berapa jumlah bola lampu yang tepat pada ruangan di rumah anda, silahkan kunjungi 'Menentukan Jumlah Lampu Dalam Ruangan'.

Back To Top