Pengetahuan Tentang Cara Mendesain Rumah dan Contoh Desain Serta Cara Membangun Rumah

Apa Beda Bata Ringan AAC dengan CLC?

Saat ini di pasaran dapat kita jumpai 2 jenis bata ringan, pertama adalah bata ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete) atau yang lebih populer dikenal bata ringan Hebel. Jenis yang kedua adalah bata ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete).
Walaupun kedua material ini sama-sama dikenal dengan istilah bata ringan namun ada perbedaan yang signifikan yang membedakannya, terutama sekali dalam proses pembuatannya.


Bata Ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete)
Bata ringan AAC adalah material yang berbahan baku pasir silika, semen, kapur, gypsum, aluminium pasta dan air ini dibuat dengan tekanan uap tinggi. Proses pembuatannya dimulai dengan mencampurkan bahan baku sehingga berbentuk adonan. Kemudian dimasukkan ke dalam alat yang disebut autoclaved. Di dalam alat ini, adonan diberi tekanan uap air hingga suhu sekitar 200 derajat Celcius hingga bereaksi menghasilkan pori-pori yang didalamnya berupa udara. Pori-pori inilah yang membuat material ini menjadi ringan.
Berdasarkan data dari pabrik, bata ringan memiliki berat normal sekitar ±575 kg/m3. Yang artinya berat jenis bata ini lebih kecil daripada berat jenis air (1000 kg/m3), inilah yang membuat bata ringan ini akan mengapung jika diletakan di dalam air. Dan kondisi itu akan terus bertahan karena bata ringan ini tidak meresap air (seperti sponge) dimana pori-pori yang terbentuk tidak terhubung satu sama lainnya.
Pabrik bata ringan AAC
Pabrik bata ringan AAC
Seluruh proses produksi inilah yang membedakan bata ringan AAC dengan CLC, dimana proses produksi bata ringan AAC membutuhkan pabrikasi dan peralatan canggih serta investasi modal yang besar yaitu 10-30 juta USD dan kapasitas yang dihasilkan juga tinggi sekitar 300 m3 per hari bahkan lebih.

Bata Ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete)
Bata ringan CLC adalah beton selular yang mengalami proses curing secara alami. CLC adalah beton konvensional yang mana agregat kasar (kerikil) digantikan oleh udara, dalam prosesnya menggunakan busa organik yang sangat stabil dan tidak ada reaksi kimia ketika proses pencampuran adonan, foam/busa berfungsi sebagai media untuk membungkus udara. Pabrikasi dan peralatan yang digunakan untuk menghasilkan CLC juga standard, sehingga produksi dengan mudah dapat pula diintegrasikan ke dalam pabrikasi beton konvensional. Hanya pasir, semen, air dan foam yang digunakan dan kepadatan yang didapatkan dapat disesuaikan mulai dari 350 sampai 1.800 kg/m3 dan kekuatan dapat juga dicapai dari serendah 1,5 sampai lebih 30 N/mm2.
Pabrik bata ringan CLC
Pabrik bata ringan CLC
Pasir sungai berukuran 2, 4, 6 dan 8 mm dapat digunakan, tergantung pada kepadatan yang diinginkan. Semen Portland menawarkan kinerja paling optimal tetapi kebanyakan jenis lain semen juga bisa digunakan. Kepadatan beton bisa disesuaikan, berbagai ukuran dan maupun panel prefab dapat diproduksi, di atas kepadatan dari 1.200 kg/m3 (setengah dari berat beton konvensional) untuk aplikasi struktural dapat menggunakan rangka baja.


Pada bata ringan CLC gelembung udara yang dihasilkan benar-benar terpisah satu sama lain, sehingga penyerapan air jauh lebih sedikit dan baja tidak perlu dilapisi dengan lapisan anti korosi, beton dengan kepadatan diatas 1.200 kg/m3 juga tidak memerlukan plaster, seperti pada AAC, hanya cukup di cat saja. Penyerapan air lebih rendah daripada di AAC dan masih cukup baik dibandingkan dengan beton konvesional. CLC sama halnya dengan beton konvensional kekuatan akan bertambah seiring dengan waktu melalui kelembapan alamiah pada tekanan atmosfir saja. Meskipun tidak seringan AAC, bata ringan CLC tetap menawarkan penurunan berat yang cukup besar dibandingkan dengan beton konvensional dan isolasi termal 500% lebih tinggi dan tahan api.

Paku dan sekrup dapat dengan mudah dipaku ke bata ringan CLC, bata ringan CLC juga dapat dipotong atau digergaji. Berbeda dengan bata ringan AAC, jika Anda ingin menggantung figura pada dinding rumah sebaiknya Anda menggunakan sekrup + fisher untuk menggantungnya.

Tag : Dinding, Material

Back To Top